oRDiNaRyHomEBaSe

Just Welcome, Just Enjoy, n give your comment

Wisuda

Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Pada masa sekarang, yang istilah wisuda juga telah digunakan untuk menyebut proses pelantikan kelulusan para siswa yang lulus dari sekolah menengah dan dari sekolah tingkat dasar seperti TK dan SD. Jadi pengertian wisuda sudah tidak bisa dikhususkan pada proses pelantikan kelulusan mahasiswa, tetapi telah digeneralisasi untuk menyebut proses pelantikan para siswa yang telah lulus. Tapi kita di sini akan membicarakan tentang wisuda khusus perguruan tinggi.

Wisuda di perguruan tinggi biasanya dilangsungkan sebanyak dua kali dalam setahun. Untuk masing-masing prosesi wisuda, rata-rata ada ratusan mahasiswa yang akan melepas status kemahasiswaan mereka. Dan mereka akan memperoleh status baru, entah itu sebagai pekerja, karyawan, atau malah menjadi seorang pengangguran.

Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna melantik para calon wisudawan. Setelah acara selesai dilakukan acara foto-foto bersama dengan orang tua, teman-teman serta suami/istri wisudawan/ti atau dengan pasangan wisudawan/ti. Dilakukan biasanya setiap akhir semester dalam kalender akademik baik semester genap maupun semester gasal (ganjil). Pada wisuda biasanya memakai pakaian yang ditentukan, pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain jarik, tapi secara umum menggunakan baju toga. Sehingga bisa disebut bahwasanya toga adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan wisuda.

Wisuda tak pelak, karena telah ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa selama rata-rata 4-5 tahun untuk masa study normal, menjadi suatu budaya istimewa yang harus dipersiapkan matang-matang. Bagi mahasiswa sendiri, khususnya bagi anak perempuan, harus berdandan mulai subuh supaya mereka dapat tampil maksimal di acara wisuda nanti. Kebanyakan dari mereka pergi ke salon. Memasang sanggul dan kebaya, membedaki wajah mereka supaya tidak ngeblur pas diabadikan dengan kamera saat bersalaman dengan sang rektor dan civitas akademik kampus siang nanti.

Filed under: Pendidikan ,

About Me

I’m just an ordinary people. I’m very interest in journalistic. Taking photos, hang out and write article is my hobby. I write everything which are interesting. Please stay in my blog to share everything which are interesting with me.

Saya adalah orang biasa. Sangat tertarik dengan dunia jurnalistik. Memotret, jalan-jalan dan menulis adalah hobiku. Semua yang menarik akan kutulis. Silakan menikmati apa yang saya tulis di sini dan berbagi bersama saya.

Filed under: Aku ,

Laskar Pelangi

Semoga semangat belajar yang digambarkan dalam Laskar Pelangi ini adalah milik para generasi muda Indonesia seluruhnya. Amin.

Jangan ngaku penggila ni novel kalo belum sempat nonton filmnya. Setelah tidak kebagian tiket untuk pemutaran perdananya yang tanggal 25 September kemarin, I’ve got the second view :D .

This film is not so amazing seperti yang saya bayangin sebelumnya. Meskipun begitu, two thumbs up saya berikan pada Miles Film dan Mizan Production yang telah berani mengangkat cerita dari novel karya Andre Hirata ini menjadi sebuah film. Yang saya akui mengangkat film dari novel yang meraih best seller adalah sebuah kebanggaan, sekaligus kesulitan tersendiri. Karena bagaimanapun sutradara harus dapat (kalaupun bisa adalah melebihi atau paling tidak mendekati) untuk membuat para pemirsa berdebar jantungnya ketika menyaksikan film tersebut layaknya para pembaca novel tersebut. Feel itulah yang belum saya dapatkan pas ketika melihat film ini. Yang saya dapatkan adalah feel lain, yang murni tergambar dari film ini, dan terlepas dari novel tersebut, yaitu kepandaian dari sineas nomor satu Indonesia dalam memvisualisasikan coretan-coretan skrip menjadi gambaran utuh suatu kehidupan.

The other thump saya kasih buat film ini adalah penggambaran adegan yang merupakan ironi antara keinginan kuat anak-anak Belitung untuk belajar dengan kekurangan yang mereka miliki untuk melakukannya. Antara keinginan untuk bersekolah dengan adanya kekangan budaya dan kebutuhan ekonomi yang mengharuskan mereka untuk bekerja. Dan hasrat yang kuat untuk meraih cita-cita dengan halangan yang harus mereka jalani, salah satunya adalah diskriminasi karena mereka adalah anak-anak miskin. Serta adanya dua kutub yang sangat bertolak belakang. Kepintaran Lintang dibandingkan dengan miskinnya sarana prasarana yang mendukung belajarnya. Semangat ayah Lintang yang menyekolahkan anaknya demi masa depan si anak, yang harus terhenti karena kematian si ayah. Kekayaan PN Timah dengan kemiskinan masyarakat sekitar.

Supaya tidak saya saja yang berkomentar silakan disaksikan sendiri filmnya, dan jangan lupa membaca novelnya. Salut buat Laskar Pelangi.

Filed under: ! Newsflash, Gaya Hidup, Pendidikan, Wisata , , ,