oRDiNaRyHomEBaSe

Just Welcome, Just Enjoy, n give your comment

Most Wanted in Architecture Photography

gereja

Bagi teman-teman yang suka motret dengan aliran arsitektur, maka bangunan di atas sudah tidak asing lagi di mata teman-teman. Tak lain dan tak bukan, bangunan di atas adalah Gereja Katedral yang terletak tepat di depan Masjid Istiqlal Jakarta. Bangunan gereja dengan desain yang unik ini akan membuat mata para architecture photography ataupun pecinta bangunan tua terus memandangnya. Aroma daratan eropa akan terasa bila kita berada di sekitarnya.

Filed under: ! Newsflash, Aku, Fotografi, Wisata , , ,

Hampir Dikutuk

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada hari Jum’at pertama setelah Idul Fitri, penulis bersama beberapa teman mengunjungi sebuah situs bersejarah. Situs ini adalah sebuah candi pemujaan. Bermodel punden berundak dengan prasasti di depannya. Cerita berikut bukanlah cerita tentang keunikan dari situs ini. Tetapi adalah cerita yang konyol dari penulis.

Ekspedisi ini dimulai ketika timbul keinginan penulis untuk hunting foto dengan seorang kawan jurnalis lepas dari Jakarta yang kebetulan sedang pulang kampung. Kebetulan juga penulis dan kawan jurnalis ini satu kampung halaman.

Read the rest of this entry »

Filed under: Wisata , , ,

Suramadu | what next?

suramadu

Pembangunan jembatan Suramadu menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi bangsa ini. Lamanya waktu pembuatan dan besarnya biasa yang dikeluarkan telah sedikit banyak membebani kita semua. Entah itu beban bagi pemerintah maupun dampak tidak langsung dari pembangunan. Seperti terganggunya masyarakat sekitar atau transportasi antara Jawa dan Madura. Dengan adanya dan telah berdirinya jembatan ini terhapuslah rasa-rasa tersebut. Rasa bangga yang selanjutnya memenuhi dada kita.

Di tengah banyaknya kecelakaan transportasi yang melanda negeri ini, khususnya kecelakaan laut dan udara, adanya jembatan penghubung dua pulau ini sedikit banyak memberikan kelegaan bagi mereka yang ingin bepergian. Masyarakat yang ingin bepergian dari Pulau Jawa ke Pulau Madura tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery yang sampai saat ini telah dengan setia melayani masyarakat.

Kapal feri yang beroperasi di selat Madura tersebut nantinya tentu dapat dialihkan ke daerah lain. Tambahan armada sangat diperlukan guna memperlancar arus transportasi. Seperti yang kita ketahui, hampir di semua pelabuhan, stasiun, terminal bus, dan bandara ketika datang hari raya atau libur panjang seperti libur natal dan tahun selalu dipenuhi dengan masyarakat yang bepergian. Dengan adanya Jembatan Suramadu satu masalah terselesaikan.

Untuk evaluasi mungkin terlalu cepat untuk menjustifikasi bahwa Jembatan Suramadu adalah pemecah masalah dari sekian banyak masalah yang dimiliki bangsa ini. Tapi kita harus yakin dengan itu semua. Kalau memang Jembatan Suramadu nantinya akan menghasilkan manfaat yang sangat besar, so tantangan bagi pemerintah adalah what next? Akankah kita membangun jembatan sejenis yang menghubungkan dua pulau? Kita tunggu saja.

Filed under: ! Newsflash, Teknologi, Wisata , ,

Batik | antara matematika dan seni

Batik tidak hanya kaya akan filosofi. Batik juga kaya akan penghitungan matematika. Tampaknya nenek moyang kita telah meninggalkan jejak matematika fractal pada kain batik Indonesia.

Adalah M Lukman, Yuri Hariadi alumnus ITB, dan Nancy Margried alumnus Universitas Padjadjaran Bandung membentuk Pixel People Project untuk melakukan penelitian itu.

7

Apa itu fractal? Fractal adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari teknik perulangan.

Batik fractal adalah proyek awal Pixel Project. Nancy mengungkapkan ide munculnya batik fractal saat ia bersama Yun dan Luki (Lukman) membicarakan objek yang unik untuk dijadikan desain. Luki yang menjadi desainer senang menggambar objek unik. la sering menggambar robot atau tokoh komik dengan teori matematika fractal. Pada suatu ketika Nancy meminta agar Luki menggambar objek yang lebih organis seperti tumbuhan. Luki melukiskan gambar organik, yang kemudian tampak seperti batik.

Yun yang ahli matematika sepakat untuk meneliti kemungkinan batik-batik di Indonesia memiliki unsur matematika. Dari situ, mereka mulai mengumpulkan beragam motif batik untuk dianalisis dari sudut pandang matematika. Sebanyak 300 motif batik dianalisis. Mereka juga berkonsultasi dengan Achmad Haldani yang terkenal sebagai ahli batik tradisional di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

“Ternyata dari hasil penelitian itu setiap batik tradisional memiliki unsur matematika. Ketika diaplikasikan ke komputer dengan menggunakan rumusan matematika fractal, terdapat kesamaan,” kata Nancy kepada Media Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan rumus matematika fractal itulah batik-batik tradisional itu bisa dikembangkan dan dimodifikasi. Mereka kemudian menyebut batik hasil modifikasi itu sebagai motif batik fractal.

Sekitar 300 batik yang tersebar di Indonesia telah diteliti lalu didesain ulang lewat komputer dengan menggunakan peranti lunak open source khusus, yaitu J-Batik.

Hasil riset komprehensif yang dikembangkan lewat analisis fractal, menurut Luki, bisa menjadi pembuktian sahih bahwa akar batik memang berasal dari Indonesia. “Pembuktian itu benar bahwa batik bukan dari negara lain, tapi dari Indonesia. Dengan riset itu pula bisa membantu prediksi terhadap perkembangan motif batik Indonesia di masa depan,” jelas Luki.

Inovasi yang terbilang sebagai sebuah terobosan baru di Indonesia itu sangat menggembirakan. Apalagi desain pertama mereka bisa dipamerkan dalam ajang konferensi internasional seni generatif di Milan, Italia, akhir 2007 lalu.
“Dan kami satu-satunya yang menampilkan warisan tradisional dalam pameran itu. Responsnya pun sangat bagus,” imbuh Luki.

Apalagi saat ini desain-desain batik fractal mereka telah masuk ranah industri. Rumah Batik Komar di Bandung telah bekerja sama dengan Pixel dalam mengembangkan batik fractal itu. Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman pun menjadi salah satu pelanggan favorit batik fractal.

Nancy dan Luki menambahkan, setiap satu motif batik tradisional bisa didesain ulang dan dikembangkan menjadi ribuan motif baru. Namun, ada pula kendalanya di lapangan. “Tidak semua perusahaan alat batik bisa menciptakan alat batik yang cukup rumit. Jadi kalau motifnya mau dikembangkan lebih rumit lagi, takutnya malah tidak bisa dicetak,” kata Nancy yang menjadi kepala bisnis dalam perusahaan mereka.

Keterbatasan itu membuat Luki selaku pencipta desain akan menciptakan desain lebih sederhana.

(Media Indonesia, 7 Agustus 2008/Humasristek)

Filed under: Pendidikan, Teknologi, Wisata

Tulungagung Tourism | Pesona Pantai di Tulungagung

Tulungagung TourismBila melihat lokasi dari kabupaten Tulungagung yang terbentang dari utara sampai selatan maka tak heran jika Tulungagung memiliki segalanya. Daerah potensial wisata terbentang dari mulai 0 meter dpl sampai dengan lebih dari 2000 meter dpl. Mulai dari wisata panorama, wisata budaya, wisata kuliner dan wisata sejarah ada di Tulungagung. Mengapa saya katakan potensial, dikarenakan belum semua dari daerah tersebut dimaksimalkan menjadi daerah wisata. Begitupun dengan promosi yang dilakukan. Semuanya masih tampak belum maksimal. Saya akan mencoba mengulas beberapa daerah ataupun obyek wisata yang potensial di Tulungagung sebatas yang saya ketahui. Untuk permulaan akan saya mulai dari titik 0.

Pantai yang terbentang di daerah selatan Tulungagung menggambarkan betapa kayanya Bumi Nusantara ini. Dengan sumber daya alam yang melimpah, semisal hasil tangkapan berupa ikan sebesar paha orang dewasa bukan hal aneh di sini. Tak heran jika banyak terdapat kampung nelayan di sana. Keganasan ombak laut selatan tidak menghalangi kegigihan dan keberanian para nelayan dari selatan ini. Konon katanya banyak nelayan sini yang melaut sampai ke Pulau Christmas, Australia. Tapi tentunya keberanian mereka rasional, bilamana ada peringatan dari BMG yang menyatakan cuaca darurat mereka tentu tidak akan melaut. Gambaran pantai yang indah, pertemuan laut dan kaki langit di ujung horizon membuat apa yang kita lihat menjadi mempesona. Biru langit dan jernihnya laut dibumbui dengan riak ombak. Pemandangan ini adalah hal yang umum terdapat di sini. Mulai dari timur terdapat Pantai Ujung Pakis. Pantai ini pernah dijelajahi oleh Tim Pa. Arismaduta SMA Negeri 1 Boyolangu beberapa tahun silam dalam salah satu kegiatannya. Pantai yang terhampar pasir putih ini begitu mempesona dengan keperawanannya. Dilanjutkan dengan Pantai Sanggar. Home of the Sea bagi teman-teman Pecinta Alam saya, pilihan utama bila ingin berkegiatan yang berhubungan dengan laut. Dilanjutkan dengan Pantai Popoh yang sudah terkenal dengan seni 1000 patungnya atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Reca Sewu. Pantai Sidem yg berdekatan dengan Pantai Popoh, merupakan pertemuan antara sungai terbesar di Tulungagung dengan Laut Selatan. Muara yang terjadi setelah dilakukan pelubangan gunung, dan dinamakan dengan Terowongan Neyama, beserta kisahnya yang melegenda bagi masyarakat sekitar dan Tulungagung khususnya.

Filed under: ! Newsflash, Wisata ,