Aku sempat bingung ketika kehilangan handphone yang telah menemaniku sejak aku duduk di kelas 2 SMA. Bukan bingung karena nilai nominal dari handphone tersebut (karena yang hilang adalah Nokia seri 3310 yang telah soak baterainya), tapi karena aku telah kehilangan 2 hal yang sangat penting. Yang pertama dikarenakan handphone ini adalah pemberian bapakku (yang mungkin bosan mengingatkan anaknya untuk cepat pulang karena sewaktu SMA sering pulang telat dengan alasan yang tidak jelas) tapi lebih dari itu itu adalah hadiah yang tidak dapat tergantikan berapapun nilainya jika diuangkan. Yang kedua adalah keinginanku untuk membeli handphone idaman dengan uang hasil perasan keringat sendiri juga ikut buyar. Akhirnya Rencana Anggaran Pengeluaran Pribadi (RAPP) yang telah kususun dengan sistematis dan telah diuji dan disetujui oleh penasehat ekonomi yang sangat handal (yaitu Umi-ku yang sangat aku cintai) porak poranda. Semua rencana jangka panjang dan jangka menengah hancur dan memaksaku untuk melakukan penyusunan kembali (yang berarti aku harus melakukan sidang istimewa dengan diri pribadiku yang semakin terjerumus dengan pola konsumsi tiada henti).
Akhirnya dengan dasar berbagai kajian, dan dengan memperhatikan berbagai sudut pandang, aku memutuskan untuk mengambil kredit hape kepada Bos WW dengan janji akan lunas dalam 10 bulan dengan cara pembayaran potong gaji setiap bulan. Setelah memutuskan Keputusan Pribadi ini, muncul lagi permasalahan yang tidak dapat dihindari. Yaitu aku masih belum memiliki pilihan yang pasti akan model handphone impian yang kudambakan. Handphone abdi yang akan menemaniku nanti. Karena berdasarkan RAPP yang telah kususun terdahulu adalah dua tahun lagi setelah mendapat kewenangan dari “pusat” untuk mencari pemasukan sendiri.
Setelah melalui berbagai lika-liku cerita yang sangat panjang sehingga di sini saya hanya dapat menuliskan dengan suatu bunyi alat pendeteksi denyut jantung yang yang menggambarkan bahwa jantung tidak berdetak lagi, yaitu tiiiiiit………………….. (yang sangat panjang), akhirnya pilihanku berlabuh pada Sony Ericsson w810i.
Mengapa aku memilih handphone ini. tentu saja dikarenakan alasan yang ada di bawah ini….:D
General 2G Network : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Announced : 2006, 1Q
Status : Available
Size Dimensions : 100 x 46 x 19.5 mm
Weight : 99 g
Display Type : TFT, 256K colors
Size : 176 x 220 pixels, 30 x 38 mm
- Wallpapers, screensavers
Ringtones Type : Polyphonic (40 channels), MP3
Customization : Composer, download, order now
Vibration : Yes
Memory Phonebook : 1000 x 24 fields, Photo call
Call records : 30 received, dialed and missed calls
Card slot : Memory Stick Duo Pro (up to 4GB), 512 MB card included, buy memory
- 20 MB shared memory
Data GPRS : Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps
HSCSD : Yes
EDGE : Class 10, 236.8 kbps
3G : No
WLAN : No
Bluetooth : Yes, v2.0
Infrared port : Yes
USB : Yes, v2.0
Features Messaging : SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML (NetFront)
Games : Yes + downloadable, order now
Colors : Satin Black, Fusion White
Camera : 2 MP, 1632×1224 pixels, autofocus, video, flash, 4x zoom
- MP3/AAC/MPEG4 player, with Mega BassTM
- Video player
- Java
- T9
- FM radio with RDS
- Image viewer
- Picture editor
- Organiser
- Voice memo
- SyncML
- Built-in handsfree
- PlayNowTM
Battery Standard battery : Li-Po 900 mAh (BST-37)
Stand-by : Up to 350 h
Talk time : Up to 8 h






