oRDiNaRyHomEBaSe

Just Welcome, Just Enjoy, n give your comment

Bosan dengan Kemewahan? Berliburlah ke Boti

Bagi masyarakat modern di kota-kota besar di belahan dunia manapun, yang merasa bosan dengan kehidupan yang serba mewah, berkemas dan berliburlah ke Boti dan nikmati keramahan masyarakat suku Boti yang masih hidup serba alamiah.

Dentingan gong yang ditabuh para musisi Boti, termasuk sang Ratu, mengiringi tarian yang menurut cerita dipersembahkan untuk menyambut kedatangan para satria dari medan perang sudah siap menyambut kedatangan setiap tamu yang datang ke Desa Boti.

Read the rest of this entry »

Filed under: Wisata , , , , ,

Andai Pulau Rote Ada di Dekat Bali

Kapal feri cepat lepas jangkar dari Pelabuhan Tenau Kupang pukul 09.00 Wita. Namun baru sekitar 45 menit berlayar, di sekitar perairan Pulau Semau, kapal diguncang pusaran arus kuat yang berputar-putar seperti puting beliung.

Pusaran itu terjadi karena pertemuan arus laut Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sawu. Itulah arus Pukuafu, arus laut yang sudah menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Tiga tahun silam, sebuah kapal feri dihempas Pukuafu, ratusan penumpang dan muatannya tumpah ke dasar laut.

Meskipun Pukuafu sering membuat penumpang kapal feri menahan napas, bagi mereka yang suka berpetualang, diguncang pusaran arus laut menjadi tantangan nan mengasyikan. Apalagi setelah lepas guncangan pusaran Pukuafu, mereka segera disuguhi pesona pantai Pulau Semau yang teramat elok. Pantai Semau merupakan pantai berkarang terjal di bagian utara dan selatan. Terdapat pula atol, pulau karang yang berlatar hutan bakau yang menghijau di bagian timur Rote.

Read the rest of this entry »

Filed under: Wisata , , , , ,

Suramadu | what next?

suramadu

Pembangunan jembatan Suramadu menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi bangsa ini. Lamanya waktu pembuatan dan besarnya biasa yang dikeluarkan telah sedikit banyak membebani kita semua. Entah itu beban bagi pemerintah maupun dampak tidak langsung dari pembangunan. Seperti terganggunya masyarakat sekitar atau transportasi antara Jawa dan Madura. Dengan adanya dan telah berdirinya jembatan ini terhapuslah rasa-rasa tersebut. Rasa bangga yang selanjutnya memenuhi dada kita.

Di tengah banyaknya kecelakaan transportasi yang melanda negeri ini, khususnya kecelakaan laut dan udara, adanya jembatan penghubung dua pulau ini sedikit banyak memberikan kelegaan bagi mereka yang ingin bepergian. Masyarakat yang ingin bepergian dari Pulau Jawa ke Pulau Madura tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery yang sampai saat ini telah dengan setia melayani masyarakat.

Kapal feri yang beroperasi di selat Madura tersebut nantinya tentu dapat dialihkan ke daerah lain. Tambahan armada sangat diperlukan guna memperlancar arus transportasi. Seperti yang kita ketahui, hampir di semua pelabuhan, stasiun, terminal bus, dan bandara ketika datang hari raya atau libur panjang seperti libur natal dan tahun selalu dipenuhi dengan masyarakat yang bepergian. Dengan adanya Jembatan Suramadu satu masalah terselesaikan.

Untuk evaluasi mungkin terlalu cepat untuk menjustifikasi bahwa Jembatan Suramadu adalah pemecah masalah dari sekian banyak masalah yang dimiliki bangsa ini. Tapi kita harus yakin dengan itu semua. Kalau memang Jembatan Suramadu nantinya akan menghasilkan manfaat yang sangat besar, so tantangan bagi pemerintah adalah what next? Akankah kita membangun jembatan sejenis yang menghubungkan dua pulau? Kita tunggu saja.

Filed under: ! Newsflash, Teknologi, Wisata , ,

Tulungagung Tourism | Pesona Pantai di Tulungagung

Tulungagung TourismBila melihat lokasi dari kabupaten Tulungagung yang terbentang dari utara sampai selatan maka tak heran jika Tulungagung memiliki segalanya. Daerah potensial wisata terbentang dari mulai 0 meter dpl sampai dengan lebih dari 2000 meter dpl. Mulai dari wisata panorama, wisata budaya, wisata kuliner dan wisata sejarah ada di Tulungagung. Mengapa saya katakan potensial, dikarenakan belum semua dari daerah tersebut dimaksimalkan menjadi daerah wisata. Begitupun dengan promosi yang dilakukan. Semuanya masih tampak belum maksimal. Saya akan mencoba mengulas beberapa daerah ataupun obyek wisata yang potensial di Tulungagung sebatas yang saya ketahui. Untuk permulaan akan saya mulai dari titik 0.

Pantai yang terbentang di daerah selatan Tulungagung menggambarkan betapa kayanya Bumi Nusantara ini. Dengan sumber daya alam yang melimpah, semisal hasil tangkapan berupa ikan sebesar paha orang dewasa bukan hal aneh di sini. Tak heran jika banyak terdapat kampung nelayan di sana. Keganasan ombak laut selatan tidak menghalangi kegigihan dan keberanian para nelayan dari selatan ini. Konon katanya banyak nelayan sini yang melaut sampai ke Pulau Christmas, Australia. Tapi tentunya keberanian mereka rasional, bilamana ada peringatan dari BMG yang menyatakan cuaca darurat mereka tentu tidak akan melaut. Gambaran pantai yang indah, pertemuan laut dan kaki langit di ujung horizon membuat apa yang kita lihat menjadi mempesona. Biru langit dan jernihnya laut dibumbui dengan riak ombak. Pemandangan ini adalah hal yang umum terdapat di sini. Mulai dari timur terdapat Pantai Ujung Pakis. Pantai ini pernah dijelajahi oleh Tim Pa. Arismaduta SMA Negeri 1 Boyolangu beberapa tahun silam dalam salah satu kegiatannya. Pantai yang terhampar pasir putih ini begitu mempesona dengan keperawanannya. Dilanjutkan dengan Pantai Sanggar. Home of the Sea bagi teman-teman Pecinta Alam saya, pilihan utama bila ingin berkegiatan yang berhubungan dengan laut. Dilanjutkan dengan Pantai Popoh yang sudah terkenal dengan seni 1000 patungnya atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Reca Sewu. Pantai Sidem yg berdekatan dengan Pantai Popoh, merupakan pertemuan antara sungai terbesar di Tulungagung dengan Laut Selatan. Muara yang terjadi setelah dilakukan pelubangan gunung, dan dinamakan dengan Terowongan Neyama, beserta kisahnya yang melegenda bagi masyarakat sekitar dan Tulungagung khususnya.

Filed under: ! Newsflash, Wisata ,

Tulungagung

Secara Umum:

Motto: Bersinar (Bersih, Indah, dan Menarik)

Provinsi : Jawa Timur

Ibukota : Tulungagung

Luas : 1.055,65 km²

Jumlah Penduduk : 970.429 (tahun 2005)

Kepadatan : 1.522 jiwa/km²

Pembagian administratif

Kecamatan : 19

Desa/kelurahan : 271

Kode area telepon : 0355

Etimologi

Awalnya, Tulungagung hanya merupakan daerah kecil yang terletak di sekitar tempat yang saat ini merupakan pusat kota (alun-alun). Tempat tersebut dinamakan Tulungagung karena merupakan sumber air yang besar – dalam bahasa Kawi, tulung berarti mata air, dan agung berarti besar -. Daerah yang lebih luas disebut Ngrowo. Nama Ngrowo masih dipakai sampai sekitar awal abad XX, ketika terjadi perpindahan pusat ibu kota dari Kalangbret ke Tulungagung.

Sejarah

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa” yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)

Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)

Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)

Geografi

Kabupaten Tulungagung terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Batas-batas wilayah Kabupaten Tulungagung secara administratif adalah sebagai berikut:

· Sebelah utara : Kabupaten Kediri

· Sebelah Selatan : Samudera Hindia

· Sebelah Timur : Kabupaten Blitar

· Sebelah Barat : Kabupaten Trenggalek

Secara topografik, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan.

Pemerintahan

Kabupaten Tulungagung beribukota di Kecamatan Tulungagung, yang terletak tepat di tengah Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan. 19 kecamatan tersebut adalah:

1. Bandung

2. Besuki

3. Boyolangu

4. Campurdarat

5. Gondang

6. Kalidawir

7. Karangrejo

8. Kauman

9. Kedungwaru

10. Ngantru

11. Ngunut

12. Pagerwojo

13. Pakel

14. Pucanglaban

15. Rejotangan

16. Sendang

17. Sumbergempol

18. Tanggunggunung

19. Tulungagung.

Saat ini Tulungagung berada di bawah tapuk kepemimpinan Heru Tjahjono dan wakilnya Mohammad Athiyah sejak tahun 2003.

Industri

Tulungagung terkenal sebagai salah satu penghasil marmer terbesar di Indonesia, yang bersumber di bagian selatan Tulungagung. Tulungagung juga termasuk salah satu pusat industri marmer di Indonesia, dan terpusat di selatan Tulungagung, terutama di Kecamatan Campurdarat, yang di dalamnya banyak terdapat perajin marmer.

Selain industri marmer, di Tulungagung juga tumbuh dan berkembang berbagai industri kecil dan menengah yang kebanyakan memproduksi alat-alat/perkakas rumah tangga dengan batik dan konveksinya. Di Kecamatan Ngunut terdapat industri peralatan TNI seperti tas ransel, sabuk, juga makanan ringan seperti kacang atom.

Pariwisata

Wisata Alam

Sebenarnya, Tulungagung memiliki banyak potensi pariwisata yang bisa diandalkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Sayangnya, masih banyak potensi pariwisata yang belum digarap secara baik oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, industri pariwisata di Tulungagung cukup berkembang dengan objek wisata andalan Pantai Popoh yang terletak di Kecamatan Besuki.

Tulungagung diuntungkan dengan letak geografis yang berada di tepi Samudera Hindia, sehingga memiliki banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi selain Pantai Popoh, di antaranya Pantai Sidem, Pantai Brumbun, Pantai Sine, Pantai Molang, Pantai Klatak, Pantai Gerangan, dan Pantai Dlodo.

Selain objek wisata pantai, Tulungagung juga memiliki objek wisata alam lain, di antaranya Air Terjun Lawean di Kecamatan Sendang, Coban Alam di Kecamatan Campurdarat, Gua Selomangleng di Kecamatan Boyolangu, serta Gua Pasir di Kecamatan Sumbergempol. Di utara Tulungagung, objek wisata alam yang terkenal adalah Pesanggarahan Argo Wilis, Perkebunan Teh Penampean, serta Bendungan Wonorejo.

Wisata Budaya

Tulungagung memiliki beberapa kesenian khas yang bisa dijadikan magnet untuk mengangkat pariwisata Tulungagung, di antaranya:

· Jaranan sentherewe

· Reog Tulungagungan

· Tiban

· Jedor

· Kentrung

· Manten Kucing

Kesenian jaranan dan reog tulungagungan bahkan mendapat dukungan yang luas dari mayoritas masyarakat Tulungagung untuk maju dan berkembang.

Wisata Kuliner

Tulungagung memiliki jajanan khas, yaitu:

· Nasi lodho

· Nasi pecel tulungagung

· Sompil

· Lopis

· Cenil

· Gethuk

· Srondeng

· Jenang sabun

· Geti

· Kopi Cethe

Jajanan khas tersebut biasa dijajakan di berbagai penjuru Kabupaten Tulungagung.

Figur publik

Berikut ini beberapa tokoh terkenal asal Tulungagung:

· Wahono, mantan Ketua MPR-RI

· Sri Bintang Pamungkas, politikus

· Ali Masykur Musa, politikus

· Sri Somantri, pakar hukum tata negara Universitas Padjadjaran

· Yogi Sugito, rektor Universitas Brawijaya (2006 – 2010)

· Inten Suweno, mantan menteri semasa orde baru

(Wikipedia)

Filed under: Wisata , , ,